Lingko Lodok Cancar
Lingko dahulu dikenal sebagai tanah milik dari suatu kampung atau dusun dalam bentuk ikatan garis keturunan yang masih dipegang teguh oleh orang Manggarai hingga sekarang. Lodok adalah titik awal pada saat membagi tanah ulayat dan terletak di tengah area tanah ulayat. Lodok memiliki keterkaitan dengan lingko yaitu sistem pembukaan tanah dan pembagian lingko yang berbentuk jaring laba-laba dan dimulai dari satu titik pusat kemudian ditarik garis lurus sehingga membentuk segitiga yang memanjang.
Salah satu persawahan lingko lodok yang telah mendunia yaitu persawahan berbentuk jaring laba-laba di wilayah Cancar, Kelurahan Wae Belang, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Lokasinya yang mudah diakses di pinggir jalan trans Flores dengan hamparan sawah membentang di areal sawah seluas 1.500 hektar. Bagi para pengunjung yang hendak menyaksikan langsung mahakarya warisan budaya yang unik dan menjadi obyek wisata unggulan di Kabupaten Manggarai ini, terdapat titik pengamatan atau viewpoint yang dapat dijangkau melalui dua pintu masuk yang dikelola oleh warga setempat yang berlokasi di Weol, Kelurahan Wae Belang, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggara. Dari pintu masuk, pengunjung dapat berjalan kaki sejauh 278 m menuju titik pengamatan dengan waktu tempuh 5 menit. Terletak di ketinggian 1.019 mdpl, Lingko Lodok Cancar dapat dijangkau dari Ruteng dengan jarak tempuh 11 km menggunakan sepeda motor atau mobil menuju persimpangan Cancar dan selanjutnya menuju Weol di mana wisatawan mulai melakukan trekking.
| Koordinat : S08°35.125′ E120°22.640′
Jarak dari Titik 0 : 9,5 km Elevasi : 1019 mdpl
|
ENGLISH VERSION
Lingko was formerly known as land belonging to a village or hamlet in the form of a lineage bond that is still upheld by the Manggarai people today. Lodok is the starting point when dividing customary land and is located in the center of the customary land area. Lodok is related to lingko, which is a system of land clearing and division in the form of a spider web, starting from a central point and then drawing straight lines to form elongated triangles.
One of the world-famous lingko lodok rice fields is the spider web-shaped rice field in the Cancar area, Wae Belang Village, Ruteng District, Manggarai Regency It is easily accessible from the Flores trans road, with rice fields stretching across an area of 1,500 hectares. For visitors who want to witness firsthand this unique cultural heritage masterpiece and leading tourist attraction in Manggarai Regency, there is an observation point or viewpoint that can be reached through two entrances managed by local residents located in Weol, Wae Belang Village, Ruteng District, Manggarai Regency. From the entrance, visitors can walk 278 meters to the observation point, taking approximately 5 minutes. Located at an elevation of 1,019 meters above sea level, Lingko Lodok Cancar can be reached from Ruteng via a 11-kilometer journey by motorcycle or car to the Cancar intersection, followed by a trip to Weol, where tourists begin their trek.
Coordinates : S08°35.125′ E120°22.640′
Distance from Point 0 : 9.5 km
Elevation : 1019 m above sea level
Contact : 0813 3424 9312 – Sergius Imba