Liang Bua
Dikisahkan oleh tetua adat setempat bahwa konon gua ini ditemukan pertama kali saat salah seorang warga yang sedang melakukan aktivitas berburu bersama dengan anjing peliharaanya di sekitar gua yang masih dalam kondisi tersembunyi di balik pepohonan dan semak belukar. Ketika hendak mengejar hewan buruan, anjing pemburu tersebut terjerembab masuk ke dalam gua berisi air sehingga menyebabkan anjing tersebut susah keluar. Di sisi lain, pemburu berupaya mencari anjing tersebut hingga masuk ke dalam gua. Sang pemburu terkejut dan bergegas lari meninggalkan gua ketika menemukan seseorang dengan rupa menyeramkan seperti setan atau poti orang Manggarai menyebutnya. Sosok yang kemudian tidak muncul ketika dilakukan pencarian secara masif, oleh warga setempat menduga bahwa sosok tersebut merupakan manusia pendek.
Liang Bua merupakan situs peninggalan dari zaman prasejarah dan telah banyak dikunjungi serta dijadikan tempat penelitian oleh peneliti dari dalam maupun luar negeri. Pertama kali ditemukan oleh seorang misionaris Belanda yaitu Pastor Theodore Verhoeven pada tahun 1957, Liang Bua yang berada di wilayah perbukitan begitu fenomenal oleh karena ditemukannya fosil manusia yang hidup sekitar 13.000 tahun yang lalu dan disebut-sebut sebagai manusia pertama di Flores atau dikenal dengan nama Homo Floresiensis.
Lokasinya berhadapan langsung dengan perkebunan kopi, hamparan sawah, dan Sungai Wae Racang dengan kondisi tanah didominasi batu gamping atau batu kapur di ketinggian 579 mdpl. Dari Ruteng, jarak yang ditempuh sejauh 15,6 Km dengan waktu tempuh 30 menit ke arah utara kota Ruteng melewati jalur Ruteng-Reo hingga menuju persimpangan Terminal Karot dan selanjutnya belok kiri dan berkendara hingga menuju Desa Liang Bua, sebuah kampung tempat di mana gua bersejarah ditemukan.
| Koordinat : S08°31.848′ E120°26.612′
Jarak dari Titik 0 : 15,6 km Elevasi : 579 mdpl
|
ENGLISH VERSION
Local elders say that this cave was first discovered when a resident was hunting with his dog near the cave, which was still hidden behind trees and bushes. While chasing prey, the hunting dog fell into the cave filled with water, making it difficult for the dog to get out. On the other hand, the hunter tried to find the dog and entered the cave. The hunter was shocked and rushed out of the cave when he found someone with a scary appearance, like a demon or poti, as the Manggarai people call it. The figure did not appear when a massive search was conducted, and local residents suspected that the figure was a short person. Liang Bua is a prehistoric site that has been visited by many researchers from Indonesia and abroad for research purposes. First discovered by a Dutch missionary, Pastor Theodore Verhoeven, in 1957, Liang Bua, located in a hilly area, is phenomenal because of the discovery of fossils of humans who lived around 13,000 years ago and are said to be the first humans on Flores, known as Homo Floresiensis. The location faces directly onto coffee plantations, rice fields, and the Wae Racang River, with soil conditions dominated by limestone at an altitude of 579 meters above sea level. From Ruteng, the distance is 15.6 km, taking 30 minutes to travel north of Ruteng city via the Ruteng-Reo route until reaching the Karot Terminal intersection, then turning left and driving to Liang Bua Village, a village where the historic cave was discovered.
Coordinates : S08°31.848′ E120°26.612′
Distance from Point 0 : 15.6 km
Elevation : 579 m above sea level
Contact : 0813 3828 4185 – Benyamin Ampur