Wae Rebo, The Most Beautiful Village In The World

Wae Rebo adalah sebuah kampung adat yang terletak di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. Wae Rebo terkenal dengan sebutan kampung di atas awan karena lokasinya terletak di ketinggian 1.111 mdpl dan dikelilingi perbukitan yang hijau dan asri. Karena kecantikannya, Wae Rebo sudah dinyatakan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada Agustus 2012. Pada tahun yang sama, Wae Rebo semakin terkenal dengan banyaknya wisatawan yang datang dari segala penjuru dunia.

Daya tarik utama yang dimiliki kampung adat ini adalah desain arsitektur yang memiliki tujuh rumah adat yang berbentuk kerucut dan terlihat seperti Piramida di Mesir. Ketujuh rumah adat ini biasa disebut Niang oleh masyarakat Manggarai. Rumah Niang atau Mbaru Niang berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga dan masing-masing Niang terdiri dari enam hingga delapan kepala keluarga. Niang induk dihuni oleh delapan kepala keluarga dan lima Niang lainnya dihuni oleh masing-masing enam kepala keluarga. Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, Niang induk juga digunakan sebagai tempat penerimaan tamu yang berkunjung ke kampung adat Wae Rebo.

Kampung Adat Wae Rebo dihuni oleh 142 kepala keluarga dengan total penduduk lebih dari 600 jiwa. Masyarakat Wae Rebo bermata pencaharian petani dengan kopi sebagai komoditi andalan. Selain kopi, petani juga menanam cengkeh, dan umbi-umbian. Untuk menuju ke kampung adat Wae Rebo, dari pusat kota Ruteng pengunjung menghabiskan waktu 2 jam 30 menit menuju Denge dengan jarak tempuh 75 km melalui 2 pintu masuk yakni melewati jalur Pela, arah barat kota Ruteng atau melewati Hutan Golo Lusang ke arah selatan kota Ruteng menuju Dintor dan berakhir di Denge. Dari Denge pengunjung berjalan kaki menuju ke kampung adat Wae Rebo sekitar 2 jam dengan jarak tempuh 8.100 m.

Koordinat                                            : S08?46.152′ E120?17.040′

Jarak dari Titik 0                                 : 82 km

Elevasi                                                 : 1111 km

 

ENGLISH VERSION

Wae Rebo is a traditional village located in Satar Lenda Village, Satar Mese District, Manggarai Regency. Wae Rebo is famous as the village above the clouds because it is located at an altitude of 1,111 meters above sea level and is surrounded by green and beautiful hills. Due to its beauty, Wae Rebo was declared a World Cultural Heritage Site by UNESCO in August 2012. In the same year, Wae Rebo became even more famous with the arrival of many tourists from all over the world. The main attraction of this traditional village is its architectural design, which features seven cone-shaped traditional houses that resemble the pyramids of Egypt. These seven traditional houses are commonly referred to as Niang by the Manggarai people. The Niang or Mbaru Niang houses serve as family residences, with each Niang consisting of six to eight families. The main Niang is inhabited by eight families, while the other five Niang are inhabited by six families each. In addition to serving as residences, the main Niang is also used as a place to receive guests visiting the traditional village of Wae Rebo. The traditional village of Wae Rebo is inhabited by 142 families with a total population of more than 600 people. The people of Wae Rebo are farmers, with coffee as their main commodity. In addition to coffee, farmers also grow cloves and tubers. To reach the traditional village of Wae Rebo, visitors from the center of Ruteng spend 2 hours and 30 minutes traveling to Denge, a distance of 75 km, via two entry points: either through the Pela route, west of Ruteng, or through the Golo Lusang Forest, south of Ruteng, towards Dintor, ending in Denge. From Denge, visitors walk to the traditional village of Wae Rebo for about 2 hours, covering a distance of 8,100 meters.

Coordinates                   : S08°46.152′ E120°17.040′

Distance from Point 0 : 82 km

Elevation                        : 1111 m

Contact                           : 085239344046 – Marten

Galeri