Niang Pongkor

Niang Pongkor adalah nama dari sebuah kampung adat yang terletak di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. Rumah adat yang terlihat seperti piramida di Mesir itu berdiri kokoh dengan posisi pintu ke arah timur. Tampak di depan rumah adat terdapat sembilan meriam kuno dari Portugis yang diletakan di atas batu. Bukan hanya Meriam kuno, tetapi juga ditemukan kuburan tua dan Rengge atau gelang kuno yang diletakan di dalam batu.

Kini keturunan Pongkor sudah memasuki generasi ke-7 dari Empo Masur yang datang dari Minangkabau. Di dalam Niang Pongkor terdapat enam panga, di antaranya; Niang Lutur, Niang Ulu, Niang Nangka, Niang Asi, Niang Pa’ang dan Niang Mongko. Keenam panga tersebut adalah kakak beradik keturunan dari Empo Masur. Dari enam panga, yang diperbolehkan tinggal di dalam Niang adalah Niang Ulu dan Niang Lutur sedangkan empat panga lainya tinggal di Sondong atau di luar Niang.

Penduduk di sekitar Niang Pongkor berjumlah 15 kepala keluarga dengan total 74 jiwa. Penghasilan pokok masyarakat di sekitar Niang Pongkor adalah petani Kemiri. Niang Pongkor berada di ketinggian 544 mdpl dan masuk di wilayah Desa Pongkor, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. Untuk menuju ke Niang Pongkor, pengunjung cukup menghabiskan waktu 45 menit dari Ruteng dengan jarak tempuh 29 km.

 

Koordinat                                            : S08?42.847′ E120?23.248′

Jarak dari Titik 0                                 : 29 km

Elevasi                                                 : 533 mdpl

 

 

 ENGLISH VERSION

Niang Pongkor is the name of a traditional village located in Satar Mese Subdistrict, Manggarai Regency. The traditional house, which resembles an Egyptian pyramid, stands firmly with its entrance facing east. In front of the traditional house, there are nine ancient Portuguese cannons placed on stones. Not only ancient cannons, but also old graves and Rengge or ancient bracelets placed inside the stones.
The descendants of Pongkor are now in the seventh generation of Empo Masur, who came from Minangkabau. Within Niang Pongkor there are six panga, including Niang Lutur, Niang Ulu, Niang Nangka, Niang Asi, Niang Pa’ang, and Niang Mongko. These six panga are siblings descended from Empo Masur. Of the six panga, only Niang Ulu and Niang Lutur are allowed to live in Niang, while the other four panga live in Sondong or outside Niang.
The population around Niang Pongkor consists of 15 families with a total of 74 people. The main source of income for the community around Niang Pongkor is candlenut farming. Niang Pongkor is located at an altitude of 544 meters above sea level and is part of Pongkor Village, Satar Mese District, Manggarai Regency. To reach Niang Pongkor, visitors can travel from Ruteng in 45 minutes, covering a distance of 29 km.

Coordinates                   : S08°42.847′ E120°23.248′
Distance from Point 0 : 29 km
Elevation                        : 533 m above sea level
Contact                           :

 

 

 

 

 

 

 

Galeri