Mbaru (Rumah) Wunut
Mbaru Wunut sendiri jika diterjemahkan berarti Rumah Ijuk. Tampak bangunan yang berdiri kokoh di jantung kota Ruteng ini biasa-biasa saja oleh karena tidak berpenghuni, namun sesungguhnya rumah ini merupakan simbol sejarah peradaban Manggarai. Konon, tempat ini menjadi istana Raja Alex Baroek, pemimpin kerajaan Manggarai sejak tahun 1930 atau 15 tahun sebelum Indonesia merdeka. Lokasi bangunan Mbaru Wunut sendiri berdiri di lahan dengan luas 118,7 m2 dan terletak di ketinggian 1.182 m di atas permukaan laut. Secara administratif, Mbaru Wunut masuk dalam wilayah Kelurahan Bangka Watu, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Bangunan rumah panggung yang berdenah dasar lingkaran dengan atap berbentuk kerucut yang disusun menyerupai pola jaring laba-laba ini pada Juli 2022 ditetapkan oleh Bupati Manggarai Bapak Herybertus G.L Nabit sebagai Restorative Justice atau sebuah tempat untuk dilakukannya pertemuan, musyawarah atau mediasi para pihak yang terlibat dalam persoalan hukum pidana (sebagai pelapor dan pihak terlapor) atau tersangka dan korban yang memiliki kehendak untuk menyelesaikan dengan penuh ketulusan hati melalui proses penuntutan dan peradilan dengan mengedepankan konsep Lonto Leok atau Musyawarah untuk Mufakat dalam penyelesaian suatu persoalan.
Oleh karena lokasinya yang sangat strategis, setiap pengunjung dapat dengan mudah menjangkau tempat ini dengan menggunakan kendaraan bermotor bahkan berjalan kaki sambil menikmati hawa dingin kota, berbelanja di pusat pertokoan dan tentunya menikmati suguhan kuliner khas Ruteng berupa kompiang dan yang tersohor kopi Manggarai yang tersedia di sekitar kompleks Mbaru Wunut.
| Koordinat : S08°36.756′ E120°27.879′
Jarak dari Titik 0 : 0,18 km Elevasi : 1182 mdp |
ENGLISH VERSION
Mbaru Wunut , when translated, means “Ijuk House.” This sturdy building in the heart of Ruteng looks ordinary because it is uninhabited, but it is actually a symbol of the history of Manggarai civilization. It is said that this place was the palace of King Alex Baroek, the leader of the Manggarai kingdom since 1930, 15 years before Indonesia’s independence. The Mbaru Wunut building itself stands on an area of 118.7 m²and is located at an altitude of 1,182 m above sea level. Administratively, Mbaru Wunut is part of the Bangka Watu Village, Langke Rembong District, Manggarai Regency. In July 2022, the Manggarai Regent, Mr. Herybertus G.L Nabit, designated this stilt house, with its circular floor plan and cone-shaped roof arranged in a spider web pattern, as a Restorative Justice site, or a place for meetings, deliberations, or mediations between parties involved in criminal legal matters (as complainants and respondents) or suspects and victims who wish to resolve matters with sincerity through prosecution and judicial processes, emphasizing the concept of Lonto Leok or consensus-building deliberations in resolving issues.
Due to its strategic location, visitors can easily reach this place by motor vehicle or even on foot while enjoying the cool city air, shopping at the mall, and of course enjoying Ruteng’s culinary delights, such as kompiang and the famous Manggarai coffee, available around the Mbaru Wunut complex.
Coordinates : S08°36.756′ E120°27.879′
Distance from Point 0 : 0.18 km Elevation : 1182 m above sea level
Contact : –