Kuburan Motang Rua ( Motang Rua Cemetery )

Motang Rua atau dalam Bahasa Manggarai berarti babi hutan liar, galak, nakal, dan suka menyerang merupakan julukan yang disematkan kepada pahlawan Manggarai bernama asli Guru Ame Numpung. Lahir di Beokina pada tahun 1860 dan wafat pada tanggal 25 Maret 1952, Motang Rua dikebumikan di Beokina, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai.
Kuburan sang pahlawan yang berdampingan dengan istri Clara Dahut dan anaknya Dominikus Jerubu berada tak jauh dari kompleks gereja Paroki Beokina di ketinggian 989 mdpl dan berjarak 21 km dari kota Ruteng dengan waktu tempuh satu jam perjalanan menggunakan sepeda motor atau mobil. Sebagai situs peninggalan sejarah, kuburan Motang Rua menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan lokal untuk mengenal langsung sejarah heroisme dan kisah hidup sang pahlawan langsung dari keluarganya yang berada sekitar 1 km dari lokasi kuburan tepatnya di kampung Beokina.

Motang Rua atau dalam Bahasa Manggarai berarti babi hutan liar, galak, nakal, dan suka menyerang merupakan julukan yang disematkan kepada pahlawan Manggarai bernama asli Guru Ame Numpung. Lahir di Beokina pada tahun 1860 dan wafat pada tanggal 25 Maret 1952, Motang Rua dikebumikan di Beokina, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai.

Kuburan sang pahlawan yang berdampingan dengan istri Clara Dahut dan anaknya Dominikus Jerubu berada tak jauh dari kompleks gereja Paroki Beokina di ketinggian 989 mdpl dan berjarak 21 km dari kota Ruteng dengan waktu tempuh satu jam perjalanan menggunakan sepeda motor atau mobil. Sebagai situs peninggalan sejarah, kuburan Motang Rua menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan lokal untuk mengenal langsung sejarah heroisme dan kisah hidup sang pahlawan langsung dari keluarganya yang berada sekitar 1 km dari lokasi kuburan tepatnya di kampung Beokina.

Koordinat                                            : S08°33.335′ E120°24.281′

Jarak dari Titik 0                                 : 17 km

Elevasi                                                 : 863 mdpl

 

 

 

ENGLISH VERSION

Motang Rua, or in the Manggarai language meaning wild boar, fierce, mischievous, and aggressive, is the nickname given to the Manggarai hero whose real name was Guru Ame Numpung. Born in Beokina in 1860 and died on March 25, 1952, Motang Rua was buried in Beokina, Golo Langkok Village, North Rahong District, Manggarai Regency.
The grave of the hero, alongside his wife Clara Dahut and his son Dominikus Jerubu, is located not far from the Beokina Parish church complex at an altitude of 989 meters above sea level and 21 km from the city of Ruteng, which takes one hour to reach by motorcycle or car. As a historical site, the Motang Rua grave is a unique attraction for local tourists to learn firsthand about the heroism and life story of the hero directly from his family, who live about 1 km from the grave site, specifically in the village of Beokina.

Coordinates                   : S08°33.335′ E120°24.281′
Distance from Point 0 : 17 km
Elevation                        : 863 meters above sea level
Contact                           :

 

 

 

 

 

Galeri