Golo Mompong -Poco Leok

Poco Leok adalah wilayah perkampungan yang berlokasi di kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nama Poco Leok diambil dari dua kata Bahasa Manggarai yaitu poco dan leok. Poco yang artinya hutan atau gunung dan Leok yang berarti dikelilingi. Jadi, Poco Leok berarti perkampungan yang dikelilingi hutan atau gunung. Poco Leok memiliki dua desa yaitu Desa Lungar dan Desa Mocok. Dua desa tersebut memiliki 15 rumah adat (Gendang); (gendang) Lungar, Tere, Racang, Rebak, Mesir, Ncamar, Nderu, Cako, Leda, Lelak, Mori, Mocok, Wae Ratung, Mucu, dan Mano. Uniknya di Poco Leok ditemukan benda peninggalan sejarah yaitu Meriam di Golo bukit Mompong yang berada di ketinggian 1.382 mdpl. Meriam Golo Mompong merupakan benda peninggalan bersejarah dari nenek moyang orang Poco Leok saat menghadapi Belanda. Di sekitar benda ini terdapat kuburan dari pahlawan Poco Leok yaitu Ema Gipi Lewe (Antonius Lako Janggor).

Beberapa aktivitas wisata yang bisa dilakukan di sekitar areal Golo Mompong adalah ialah trekking dengan daya tarik utama hutan rimba beserta peninggalan sejarah dan budaya yang melekat di dalamnya dan pengamatan burung (bird watching). Situs Meriam Golo Mompong berada di Desa Lungar, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. Untuk menuju ke situs sejarah Golo Mompong, pengunjung cukup menghabiskan waktu 1 jam dengan jarak tempuh 21 km dari pusat kota Ruteng melalui Golo Lusang-Cabang Wae Uwu-Cabang Munting dan berakhir di Meter sebagai titik star untuk trekkin

 

Koordinat                                            : S08?42.269′ E120?27.686′

Jarak dari Titik 0                                 : 21 km

Elevasi                                                 : 1382 mdpl

 

 

 ENGLISH VERSION

Poco Leok is a village located in Satar Mese subdistrict, Manggarai Regency, East Nusa Tenggara Province. The name Poco Leok is derived from two words in the Manggarai language, poco and leok. Poco means forest or mountain, and Leok means surrounded. Therefore, Poco Leok means a village surrounded by forests or mountains. Poco Leok has two villages, namely Lungar Village and Mocok Village. These two villages have 15 traditional houses (Gendang); (gendang) Lungar, Tere, Racang, Rebak, Mesir, Ncamar, Nderu, Cako, Leda, Lelak, Mori, Mocok, Wae Ratung, Mucu, and Mano. Uniquely, in Poco Leok, there is a historical artifact, namely the Golo Mompong Cannon, located at an altitude of 1,382 meters above sea level. The Golo Mompong Cannon is a historical artifact from the ancestors of the Poco Leok people when they faced the Dutch. Near this artifact lies the grave of Poco Leok’s hero, Ema Gipi Lewe (Antonius Lako Janggor).
Some tourist activities that can be done around the Golo Mompong area include trekking, with the main attractions being the jungle and the historical and cultural relics found there, as well as bird watching. The Golo Mompong Cannon site is located in Lungar Village, Satar Mese District, Manggarai Regency. To reach the Golo Mompong historical site, visitors need only spend 1 hour traveling 21 km from the city center of Ruteng via Golo Lusang-Cabang Wae Uwu-Cabang Munting, ending at Meter as the starting point for the trek.

Coordinates                   : S08°42.269′ E120°27.686′

Distance from Point 0 : 21 km

Elevation                        : 1382 meters above sea level

Contact                           : 081241366201 – Vendy Andur

Galeri